UJI DISOLUSI TABLET CHLOROQUINE SEDIAAN GENERIK DAN SEDIAAN DENGAN NAMA DAGANG DI DISTRIK HERAM, KOTA JAYAPURA

Penulis

  • Nawang Wulan Nago Pita Sari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jayapura

Kata Kunci:

Uji Disolusi, Chloroquine, Generik, Nama dagang, Distrik Heram.

Abstrak

Obat merupakan unsur yang penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan uji disolusi antara tablet chloroquine sediaan generik dan sediaan dengan nama dagang. Populasi dalam penelitian ini adalah tablet chloroquine sediaan generik dan sediaan dengan nama dagang yang dijual di apotek-apotek di Distrik Heram. Untuk mengukur hasil disolusi dilakukan uji laboratorium menggunakan alat tipe dua dan mengukur hasil serapan pada spektrofotometer UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar chloroquine generik sebesar 98.25%, kadar ribokuin sediaan dengan nama dagang sebesar 97.41%, kadar malarex sediaan dengan nama dagang sebesar 96.16% dan kadar mexaquine sediaan dengan nama dagang sebesar 97.33% berdasarkan hasil uji laboratorium di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). Dari hasil pengukuran kadar zat aktif terlarut untuk keempat sampel obat telah memenuhi persyaratan standar kelarutan yang ditetapkan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu dimana dalam waktu 45 menit harus larut dan tidak kurang dari 75 % chloroquine dari jumlah yang tertera pada etiket. Setelah dilakukan penelitian dan hasil uji disolusi dianalisis menggunakan uji statistik yang menggunakan software dimana metode yang digunakan adalah uji Anova dapat disimpulkan bahwa uji disolusi tablet chloroquine sediaan generik dan sediaan dengan nama dagang ribokuin mempunyai uji disolusi sama atau tidak ada perbedaan, uji disolusi tablet chloroquine sediaan generik dan sediaan dengan nama dagang mexaquin mempunyai uji disolusi sama atau tidak ada perbedaan sedangkan uji disolusi chloroquine sediaan generik dengan sediaan nama dagang malarex mempunyai uji disolusi beda atau ada perbedaan.

Referensi

Chaerunissa Yohana Anis, Emma Surahman dan Sri Soeryati H. Imron, 2009, Farmasetika Dasar, Penerbit Widya Padjajaran : Bandung.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2010, Pedoman Penatalaksanaan Kasus malaria Di Indonesia, Depkes : Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1997, Farmakope Indonesia, Edisi III Depkes : Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV Depkes : Jakarta.

Departemen Farmakologi dan Terapeutik, 2007, Farmakologi Dan Terapi, Edisi 5 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008, Pelayanan Kefarmasian Untuk Penyakit malaria, Depkes : Jakarta.

Day R. A and Underwood A. L, 1999, Analisis kimia Kuantitatif Edisi 6, Erlangga : Jakarta

Dachriyanus, 2004, Analisis Struktur Senyawa Organik Secara Spektroskopi, Andalas University Press : Padang.

Departemen Kesehatan RI, 2008, Pelayanan Kefarmasian Untuk Penyakit Malaria, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan : Jakarta.

Departemen Kesehatan R.I, 2002, Laporan Kasus Malaria di Indonesia : Jakarta.

Ekasari Mainarti, 2011, Pengaruh penyimpanan Viskositas Terhadap Stabilitas Natrium Diklofenak Dari Cangkang Kapsul Alginat, Universitas Sumatera Utara : Medan.

Howard C. Ansel, 2008, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, edisi keempat, Universitas Indonesia Press : Jakarta

Kani Sepriani, 2011, Penetapan Kadar Omeprazole Dalam Sediaan Kapsul Secara Spektrofotometri Ultrafiolet, Universitas Sumatra Utara : Medan.

.

Kementeria Kesehatan Republik Indonesia, 2012, Buku Saku Penatalaksanaan Kasus Malaria, Kemenkes : Jakarta.

Nugraheni Dina, 2006, Perbandingan Bioavaibilitas Allopurinol Dalam Sediaan Generik Dan Paten Secara in Vitro, Universitas Diponegoero : Semarang.

Peraturan Daerah Kota Jayapura, 2006, Pembentukan Distrik Heram Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Walikota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura.

Rumaikewi Jan piet, Yohanna Sorontou, Saati kadiwaru, Welmintje sapari, 2008, Identifikasi Species plasmodium Malaria Di Koya TimurDistrik Muara Tami Kota Jayapura Papua, Jurnal Volume 1 : Poltekes Jayapura.

Syamsudin, 2005, Mekanisme Kerja Obat Antimalaria, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Volume 3, Universitas pancasila: Jakarta Selatan.

Siregar,C.J.P. dan Wikarsa,S, 2010, Teknologi Farmasi Sediaan Tablet dasar-dasar praktis, Buku Kedokteran EGC : Jakarta.

Syamsuni H. A, 2006, Ilmu Resep, Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.

Syukri Y. 2002. Biofarmasetika. Universitas Indonesia Press: Jakarta

Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.

Wardani Andria Laras, 2012, Validasi Metode Analisis Dan Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Buah kemasan Dengan Spektrofotometri UV-Visible, Universitas Indonesia : Depok.

Winda, 2009, Perbandingan Mutu Tablet Metronidazol Generik Dengan Merek Dagang Secara Invitro, Universitas Sumatera Utara : Medan.

Zubaidah Isfilawati, 2009, Perbandingan Mutu Fisik Dan Profil Disolusi Tablet Ibuprofen Merk Dagang Dan Generik, Universitas Muhamadiyah : Surakarta.

Zein Umar, 2005, Penanganan Terkini Malaria Falciparum, Devisi penyakit Tropik dan infeksi Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara : Medan.

Unduhan

Diterbitkan

01-04-2023

Cara Mengutip

Nago Pita Sari, N. W. (2023). UJI DISOLUSI TABLET CHLOROQUINE SEDIAAN GENERIK DAN SEDIAAN DENGAN NAMA DAGANG DI DISTRIK HERAM, KOTA JAYAPURA. Jurnal Farmasi Sains Dan Klinik, 2(1, April), 1–7. Diambil dari https://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/205