https://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/issue/feedJurnal Farmasi Sains dan Klinik2026-02-28T18:31:34+00:00Risna, S.Farm., M.Sirisnapharmacy16@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Farmasi Sains dan Klinik adalah jurnal farmasi yang memuat artikel di seluruh bidang kefarmasian meliputi bidang teknologi farmasi, farmasi bahan alam, farmasi klinik dan komunitas, kimia farmasi, farmakologi dan manajemen farmasi </p>https://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/157AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN CEMBA (Acasia rugata (Lam) fawc. Rendle) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes2022-10-04T11:27:12+00:00Andi Hamkaandihamka633@gmail.com<p>Cemba (<em>Acasia rugata </em>(Lam) fawc. Rendle) merupakan tumbuhan yang memiliki karakteristik menyerupai daun asam dengan kandungan kimia diantaranya flavonoid, tanin, alkaloid, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dan konsentrasi efektif dari ekstrak etanol daun cemba yang dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri<em> Propionibacterium acne. </em>Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama tiga hari. Konsentrasi ekstrak yang digunakan antara lain 1%, 3% dan 5% Sedangkan DMSO 10% sebagai dan tetrasiklin (30μg) digunakan sebagai kontrol negatif dan positif. Uji aktifitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar<em>. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cemba diamati diameter zona hambat 10,82; 12,65 dan 16,53 mm dengan kontrol positif 19,79 mm terhadap bakteri uji<em>. </em>Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara nyata (signifikan) diantara konsentarsi sampel dan kontrol positif.</p>2024-08-02T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Farmasi Sains dan Klinikhttps://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/jfksAKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN CEMBA (Acasia rugata (Lam) fawc. Rendle) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes2022-09-20T17:25:08+00:00Andi Hamkaandihamka633@gmail.com<p>Cemba (<em>Acasia rugata </em>(Lam) fawc. Rendle) merupakan tumbuhan yang memiliki karakteristik menyerupai daun asam dengan kandungan kimia diantaranya flavonoid, tanin, alkaloid, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dan konsentrasi efektif dari ekstrak etanol daun cemba yang dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri<em> Propionibacterium acne. </em>Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama tiga hari. Konsentrasi ekstrak yang digunakan antara lain 1%, 3% dan 5% Sedangkan DMSO 10% sebagai dan tetrasiklin (30μg) digunakan sebagai kontrol negatif dan positif. Uji aktifitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar<em>. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cemba diamati diameter zona hambat 10,82; 12,65 dan 16,53 mm dengan kontrol positif 19,79 mm terhadap bakteri uji<em>. </em>Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara nyata (signifikan) diantara konsentarsi sampel dan kontrol positif.</p>2022-10-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Farmasi Klinik dan Sainshttps://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/144ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR2022-09-20T16:22:23+00:00Dian Eka Safitridianekasafitri432@gmail.com<p>Interaksi obat merupakan salah satu kategori masalah yang terkait dengan obat yang dapat mempengaruhi <em>outcome </em>klinis pasien. Dengan meningkatnya kompleksitas obat cenderung terjadinya polifarmasi dan kemungkinan terjadi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian interaksi obat, pola mekanisme, dan tingkat keparahan interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSUD Labuang Baji Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 82 rekam medik dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara <em>proportioned stratified sampling</em>. Instrumen yang digunakan yaitu <em>Drug Interaction Fact book 4<sup>th</sup> edition, Medscape for windows phone, Stockley’s Drug Interactions.</em> Analisis data dilakukan secara bertahap mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan <em>Spearman Rho </em>dan <em>Mann Whitney</em>. Hasil penelitian menunjukkan kejadian interaksi obat sebesar 52,4% dengan jumlah kasus sebanyak 133 kasus. Hasil analisis dengan uji <em>Spearman Rho</em> menemukan 3 faktor yang berpengaruh terhadap kejadian interaksi obat yaitu jumlah obat yang digunakan (p = 0,000), lama rawat inap (p = 0,000), dan komplikasi (p = 0,001). Berdasarkan pola mekanisme interaksi farmakodinamik sebesar 43,6%, farmakokinetik 3,7%, dan <em>unknown </em>53,6% dengan tingkat keparahan <em>major </em>sebesar 15,5%, <em>moderate </em>sebesar 37,5%, dan <em>minor </em>sebesar 49,6%.</p>2022-09-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Farmasi Klinik dan Sainshttps://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/142IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA EKSTRAK ETANOL PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBLE DAN INFRA MERAH2022-09-20T16:33:47+00:00andi febri adyaksaandifebriadyaksa@gmail.com<p>Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahanyang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat adalah putri malu (<em>Mimosa pudica </em>L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen kimia yang terdapat dalam ekstrak etanol putri malu (<em>Mimosa pudica </em>L.) secara spektrofotometri ultraviolet-visible dan infra merah. Tanaman putri malu diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%, hasil esktraksi ditambah H<sub>2</sub>O kemudian diasamkan dengan HCl (pH 3) lalu diekstraksi dengan kloroform dan dipisahkan dari lapisan H<sub>2</sub>O, selanjutnya lapisan H<sub>2</sub>O ditambahkan NH<sub>4</sub>OH (pH 8) lalu dipisahkan dari sisa lapisan H<sub>2</sub>O hingga diperoleh ekstrak kloroform yang selanjutnya dianalisis secara kromatografi lapis tipis dan diidentifikasi secara spektrofotometri ultraviolet-visible dan infra merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi 3 memiliki komponen kimia N-H, C-H, C=O, dan C-H aromatik.</p>2022-09-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Farmasi Klinik dan Sainshttps://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/141UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst) SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR PADA KELINCI ( Oryctolagus cuniculus)2022-09-20T16:38:53+00:00hikmar ravensyahravensyahhikmar62@gmail.com<p>Kedondong (<em>Spondias dulcis </em>Forst<em>) </em>merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit salah satunya yaitu luka bakar. Kandungan senyawa kimia pada kedondong menunjukkan bahwa daun kedondong mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi sediaan gel luka bakar ekstrak daun kedondong <em>(Spondias dulcis </em>Forst<em>) </em>yang stabil dan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak daun kedondong <em>(Spondias dulcis Forst)</em> yang diformulasi dalam gel luka bakar terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci <em>(Orictolagus cuniculus)</em>. Pengujian dilakukan dengan memformulasi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 2,5%, 5%, dan 10% serta dilakukan evaluasi kestabilan gel dan pengujian terhadap luka bakar pada punggung kelinci. Dari hasill penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun kedondong dapat diformulasi dalam bentuk sediaan gel yang stabil secara fisik dan formula gel dengan konsentrasi ekstrak daun kedondong 10% memberikan efek yang signifikan terhadap formula dengan konsentrasi ekstrak daun kedondong 2,5% dan 5%.</p>2022-09-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Farmasi Klinik dan Sainshttps://ejournal.unijaya.ac.id/index.php/Jfsk/article/view/140EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) TERHADAP TOKSISITAS DOKSORUBISIN PADA FUNGSI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)2022-09-20T16:24:37+00:00Dian Eka Safitridianekasafitri432@gmail.comrisna risnarisnapharmacy16@gmail.com<p>Doksorubisin merupakan kemoterapi golongan antrasiklin yang dapat berikatan dengan DNA, sehingga menyebabkan kerusakan pada fungsi DNA. Penggunaan doksorubisin dapat menyebabkan toksisitas pada organ, salah satunya ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol kulit buah rambutan (<em>Nephelium lappaceum</em>) terhadap toksisitas doksorubisin pada fungsi ginjal tikus putih (<em>Rattus norvegicus</em>) dengan parameter ureum. Hewan uji sebanyak 15 ekor dibagi 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok I diberikan perlakuan Na CMC 1% sebagai kontrol negatif selama 30 hari, kelompok II diberikan perlakuan Na CMC 1% selama 30 hari dan pada hari ke-31 diinduksikan doksorubisin 20 mg/kg secara intraperitonial sebagai kontrol positif, kelompok III, IV, dan V diberikan perlakuan suspensi ekstrak etanol kulit buah rambutan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB selama 30 hari dan pada hari ke-31 diinduksikan doksorubisin 20 mg/kg secara intraperitonial, setelah 24 jam perlakuan darah hewan uji diambil dan dipisahkan dengan serumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian doksorubisin dapat meningkatkan kadar ureum dan pemberian suspensi ekstrak dapat menurunkan kadar ureum meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif.</p>2022-09-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Farmasi Klinik dan Sains