POLA PENGGUNAAN OBAT MALARIA DI PUSKESMAS ABE PANTAI
Kata Kunci:
Pola penggunaan, Malaria, PuskesmasAbstrak
Malaria merupakan merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyerang sel darah merah dan dapat menyebabkan kematian terutama pada risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil, serta dapat secara langsung menyebabkan anemia dan menurunkan produktivitas kerja (Kemenkes RI, 2011).
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan plasmodium, yaitu mahkluk hidup bersel satu yang termasuk ke dalam kelompok protozoa. Malaria ditularkan melalu gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung plasmodium di dalamnya. Plamodium yang terbawa melalui gigitan nyamuk akan hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manuisa. Penyakit ini menyerang semua kelompok umur baik laki-laki maupun perempuan. Orang yang terkena malaria akan memiliki gejala, demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, mual atau muntah. Penderita yang menunjukkan gejala klinis harus menjalani tes laboratorium untuk mengkonfirmasi positif malarianya ( Kemenkes, 2016).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat malaria di Puskesmas Abepantai Periode Juli-Oktober 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 259 resep. Penelitian dilakukan pada bulan Juli tahun 2021.
Hasil penelitian didapatkan Karakteristik pasien berdasarkan umur di Puskesmas Abepantai diperoleh pasien terbanyak yaitu ≥ 15 tahun sebanyak 186 orang (73 %), jenis kelamin Laki-laki sebanyak 164 orang (80%), berat badan terbanyak yaitu berat badan >40-60 kg sebanyak 163 orang (63%), berdasarkan jenis malaria terbanyak yaitu Malaria Tropika sebanyak 154 orang (46%). Dosis pemberian obat Malaria pada pasien Malaria terbanyak DHP yaitu 3 tablet sebanyak 158 resep (61%) dan Primaquin terbanyak yaitu 1 tablet sebanyak 185 resep (71%). Ketepatan dosis obat Malaria pada pasien malaria terbanyak yaitu DHP sesuai 254 pasien (100%). Dan primaquin sesuai sebanyak 249 pasien (87%). Lama pemberian obat antimalaria DHP terbanyak yaitu 1-3 hari sebanyak 259 pasien (100%). Lama pemberian obat antimalaria Primaquin terbanyak yaitu 1 hari sebanyak 144 pasien (56%). Ketepatan Lama pemberian obat Malaria Primaquin pada pasien Malaria terbanyak yaitu Sesuai sebanyak 223 pasien (86%). Ketepatan Lama pemberian obat Malaria DHP pada pasien Malaria terbanyak yaitu Sesuai sebanyak 258 pasien (100%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola penggunaan obat Malaria yang paling banyak digunakan obat Primaquin sebanyak 185 resep (71%).
Referensi
Bina Kefarmasian Kemenkes Ri (2011) ‘Modul Penggunaan Obat Rasional’, Modul Penggunaan Obat Rasional [Preprint].
Gultom, F.L., Wiyono, W.I. And Tjitrosantoso, H.M. (2019) ‘Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Malaria Di Instalasi Rawat Inap Rsud Kabupaten Mimika Program Studi Farmasi Fmipa Unsrat Manado , 95115 Pendahuluan Malaria Merupakan Penyakit Menular Disebabkan Oleh Parasit Plasmodium ( Kelas Sporozoa ) Yang Menyerang S’, 8, Pp. 498–504.
Kementerian And Indonesia, R.I. (2020) Tatalaksana Kasus Malaria.
Kinansi, R.R., Mayasari, R. And Pratamawati, D.A. (2017) ‘Pengobatan Malaria Kombinasi Artemisinin (Act) Di Provinsi Papua Barat Tahun 2013’, Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 13(1), Pp. 43–54. Available At: Https://Doi.Org/10.22435/Blb.V13i1.4921.43-54.
Natalia, D.S., Gunawan, E. And Pratiwi, R.D. (2018) ‘Evaluasi Penggunaan Obat Antimalaria Di Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Abepura, Jayapura’, Jurnal Biologi Papua, 8(2), Pp. 72–78. Available At: Https://Doi.Org/10.31957/Jbp.55.
Rumagit, N.A., Tjitrosantoso, H.M. And Wiyono, W.I. (2013) ‘Studi Penggunaan Antimalaria Pada Penderita Malaria Di Instalasi Rawat Inap Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2013-Mei 2013’, 2(03), Pp. 27–32.
Bina Kefarmasian Kemenkes Ri (2011) ‘Modul Penggunaan Obat Rasional’, Modul Penggunaan Obat Rasional [Preprint].
Gultom, F.L., Wiyono, W.I. And Tjitrosantoso, H.M. (2019) ‘Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Malaria Di Instalasi Rawat Inap Rsud Kabupaten Mimika Program Studi Farmasi Fmipa Unsrat Manado , 95115 Pendahuluan Malaria Merupakan Penyakit Menular Disebabkan Oleh Parasit Plasmodium ( Kelas Sporozoa ) Yang Menyerang S’, 8, Pp. 498–504.
Kementerian And Indonesia, R.I. (2020) Tatalaksana Kasus Malaria.
Kinansi, R.R., Mayasari, R. And Pratamawati, D.A. (2017) ‘Pengobatan Malaria Kombinasi Artemisinin (Act) Di Provinsi Papua Barat Tahun 2013’, Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 13(1), Pp. 43–54. Available At: Https://Doi.Org/10.22435/Blb.V13i1.4921.43-54.
Natalia, D.S., Gunawan, E. And Pratiwi, R.D. (2018) ‘Evaluasi Penggunaan Obat Antimalaria Di Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Abepura, Jayapura’, Jurnal Biologi Papua, 8(2), Pp. 72–78. Available At: Https://Doi.Org/10.31957/Jbp.55.
Rumagit, N.A., Tjitrosantoso, H.M. And Wiyono, W.I. (2013) ‘Studi Penggunaan Antimalaria Pada Penderita Malaria Di Instalasi Rawat Inap Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2013-Mei 2013’, 2(03), Pp. 27–32.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Farmasi Klinik dan Sains

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.