HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN MENCUCI TANGAN BERDASARKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI RUANG ICU DAN RUANG HCU SARAF RUMAH SAKIT UMUM JAYAPURA
DOI:
https://doi.org/10.52646/snj.v3i2.43Keywords:
Pengetahuan, Kepatuhan, Cuci tanganAbstract
Latar Belakang: Mencuci tangan adalah proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakain sabun atau air. Tujuan cuci tangan adalah untuk menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis daari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan mencuci tangan berdasarkan standar operasional prosedur di ruang ICU dan ruang HCU Saraf RSUD Jayapura. Metode Penelitian: adalah metode deskriptif korelasional . Banyaknya jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampel yaitu 35 responden dengan criteria inklusi dan ekslusi. Analisis data berdasarkan presentase dan dideskripsikan dalam table distribusi frekuensi. Hasil: analisis korelasi Spearman memiliki nilai rs=0.717, hal ini menunjukkan adanya keeratan hubungan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan. Tanda positif pada nilai rs menunjukkan bahwa pola hubungan linier, artinya semakin meningkat pengetahuan perawat akan disertai dengan meningkatnya kepatuhan. Nilai Sig.(2-tailed)=0.000 menunjukkan adanya kemaknaan hubungan antara dua variabel tersebut. Kesimpulan: Cuci tangan merupakan suatu tindakan kecil yang harus dilakukan sesudah dan sebelum melakukan tindakan keperawatan. Mencuci tangan adalah membersihkan tangan dari segala kotoran, dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan. Perilaku cuci tangan adalah salah satu bentuk kebersihan diri yang penting.
Kata Kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Cuci tangan
Downloads
References
Tietjan. (2010). Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta: YBP Sarwono Prawiroharjo.
Puspasari. (2015). Infeksi Nosokomial: Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika. 123-126
Depkes RI. (2010). Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Mani, dkk (2010). Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta: ECG
Saragih & Rumpea. (2010). Faktor- faktor yang berhubungan dengan perawat dan bidan dalam penerapan kewaspadaan universal standar di rumah sakit. Bogor: Rineka Cipta
Sari. (2017). Perilaku Perawat terhadap Infeksi Nososkomial. Yogyakarta, penerbit Nuha Medika
Notoatmojo. (2010). Metode penelitian kesehatan (edisi revisi). Jakarta : Rineka Cipta.
Septiari. (2012). Infeksi Nosokomial. Jakarta: Nuha Medika.
WHO. (2012). Hand Hygiene in Outpatient and Home-Based Care and Long-term Care Facilities. Switzerland: Geneva.
Linda, dkk (2010). Analisis Data Kinerja Perawat Dalam Pengendalian Infeksi Nosokomial Di Ruang IRNA I RSUP Dr. Srdjito Yogyakarta
Saefudin et al. (2010). Kemampuan Perawat Terhadap Pencegahan Infeksi Nosokomial Pada Pasien Dengan pemasangan kateter BPK RSU Dr. Zainoel Abidin. PSIK FK Unsyiah Banda Aceh.
Lankford et al. (2013). Universal Standard infection Control Policy Royal United Hospital Vath. www.ryh.nhs.uk. Diakses pada tanggal 10 Januari 2017, jam 12.30 WIT.
Tuhamik. (2013). Dasar-dasar patologi yang berhubungan dengan pengetahuan infeksi nososkomial pada perawat. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

