PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT BENIGNA PROSTATE HYPERPLASIA (BPH) TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DI RUANG BEDAH PRIA RSUD JAYAPURA
DOI:
https://doi.org/10.52646/snj.v3i1.35Keywords:
Benigna Prostate Hyperplasia, Pendidikan Kesehatan, PengetahuanAbstract
Pendahuluan: Benigna prostate hyperplasia (BPH) adalah penyakit yang terjadi akibat penekanan pada uretra menembus prostat, sehingga menyulitkan untuk berkemih atau mengurangi kekuatan aliran urin, serta paling sering terjadi pada laki-laki berisia diatas 50 tahun akibat penuaan. Pasien biasanya datang ke rumah sakit setelah keadaan BPH semakin berat atau parah sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan operasi. Hal ini mungkinan disebabkan ketidaktahuan masyarakat terhadap penyakit BPH yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen One Group Pre Test-Post Test, dengan menggunakan uji analisa Wilcoxon. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2019. Menggunakan 30 orang sampel. Kuesioner yang digunakan berjumlah 23 item pernyataan dan telah dilakukan Uji Validitas didapatkan mean validitas = 0.624, serta Uji Reabilitas 0.935. Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH dengan kriteria baik 1 orang (3.3%), cukup 9 orang (30.0%), dan kurang 20 orang (66.7%). Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH dengan kriteria baik 9 orang (30.0%), cukup 20 orang (66.7%), dan kurang 1 orang (3.3%). Hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang benigna prostate hyperplasia (BPH) terhadap pengetahuan pasien di Ruang Bedah Pria RSUD Jayapura. Hal ini terlihat dari peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan dilakukan dan diharapkan agar klien dapat meningkatkan kemampuannya dalam mencari informasi.
Kata Kunci: Benigna Prostate Hyperplasia, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan
Downloads
References
Corwin. (2009). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: Aditya Media.
Daryanto, D. (2013). Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
DeLaune, S. C & Ladner, P. K (2011). Fundamental of Nursing: Standards and Practice. Edisi 8. USA: Delmar.
Depkes RI. (2009). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta
Effendy, Nasrul. (2012). Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Ed. 2). Jakarta: EGC.
Giatrininggar, E. (2013). Continuous Bladder Irrigation (CBI) Pada Klien Benigna Prostate Hyperplasia (BPH) Post Transurethral Resection Prostate (TURP) di Ruang Anggrek Tengah Kanan RSUP Persahabatan. Depok: Karya Ilmiah Akhir-Ners.
Mubarak, W, I & Chayatin, N (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.
Murwani, A & Priyantari, W. (2011). Gerontik Konsep Dasar dan Asuhan Keperawatan
Home Care dan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya.
Nadia, F., & Zuhirman, S. (2014). Hubungan benign prostate hypertrophy dengan disfungsi ereksi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2014:1(2):1-12.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Notoatmodjo. S. (2010). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nurmariana., Virgiandhy., & Fitriangga, A. (2013). Gambaran karakteristik dan tingkat keparahan obstruksi pasien benign prostatic hyperplasia (BPH) di rsu dr. Soedarso pontianak. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak.
Padila. (2013). Buku Ajar Keperawatan Gerontik.Yogyakarta: Nuhamedika.
Parsons, J. K. (2010). Benign prostatic hyperplasia and male lower urinary tract symptoms: Epidemiology and risk factors. Springer Journal, Curr Bladder Dysfunct Rep, 5:212–218.
Prince, A. S., & Wilson, M.. L. (2006). Patofisiologi Konsep klinis proses-proses penyakit, Ed 6, Vol 2, hal 866 – 867 dan hal 1320. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC.
Purnomo, B. B. (2011). Dasar-Dasar Urologi. Edisi 3 Jakarta: CV.Sagung Seto.
Rahardjo. Y. (2013). Permasalahan Bedah Urologi Pada Manula. UPG Ilmu Bedah FKUndip. Semarang.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013.
Setyawan, B., Saleh, I., & Arfan, I. (2016). Hubungan gaya hidup dengan kejadian benign prostate hyperplasia. E-Journal Universitas Muhammadiah Pontianak.
Suharyanto, T., & Madjid, A. (2013) Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: CV.Trans Info Medika.
Tamher, S., & Noorkasiani. (2011). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Wawan, A., & Dewi M. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Cetakan II. Yogyakarta: Nuha Medika.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

