HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MERAUKE

Authors

  • Dominggas Koupun STIKES Jayapura
  • Viertianingsih Patungo STIKES Jayapura
  • Hulman Simanjuntak LPMP Provinsi Papua

DOI:

https://doi.org/10.52646/snj.v2i1.29

Keywords:

Dukungan Sosial Keluarga, Keberhasilan Pengobatan, Tuberkulosis Paru

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menular disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularannya adalah melalui dahak yang mengandung kuman tuberkulosis. Gejala umum TB pada orang dewasa adalah batuk yang terus menerus selama dua minggu atau lebih dan bila tidak diobati maka setelah lima tahun pasien sebagian besar akan meninggal. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan keberhasilan pengobatan penderita tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian correlative deskriptif, Jenis penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita BTA Positif di RSUD Merauke sebanyak 320 penderita. Sampelnya menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 30 penderita. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan observasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi product moment memperoleh nilai rho=0,819 yang berpola positif, diartikan bahwa dukungan sosial keluarga memiliki hubungan dengan keberhasilan pengobatan penderita tuberkulosis paru di RSUD Merauke. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat antara dukungan sosial keluarga dengan keberhasilan pengobatan. Diharapkan bagi penderita tuberkulosis paru agar perlu berobat secara terus menerus tanpa terputus walaupun telah merasa lebih baik atau sehat.
Kata Kunci: Dukungan Sosial Keluarga, Keberhasilan Pengobatan, Tuberkulosis Paru

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi. A. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Rineke Cipta.

Arikunto. S. (2008). Tindakan Penelitian Kelas. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Ainur. (2008). Kejadian Putus Berobat Penderita Tuberkulosis Paru dengan Pendekatan DOTS.

Ani, Retni. (2010). Hubungan Dukungan Sosial keluarga Dengan Tingkat Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Umbuluharjo. Skripsi, PSIK STIKES ‘Aisyiyah. Yogyakarta.

Depkes. (2002). Pedoman dan Diagnosa Tuberkulosis. Jakarta: Gerdunas TB.

Depkes. (2011). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Depkes RI.

Efendi, Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika.

Friedman. (2013). Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Gosyeng Publishing.

Gough. A & Garry. K. (2011). Pulmonary Tuberculosis: Clinical Features And Patient Management. Nursing Standard.

Hisnawani. (2010). Tuberkulosis Merupakan Penyakit Infeksi yang Masih Menjadi Masalah Kesehatan Masyarakat. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara.

Kemenkes RI. (2012). Buku Panduan Hari Kesehatan Nasional. Jakarta: Kemenkes RI.

King. A. L. (2010). Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika.

Litaay. (2005). Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Yogyakarta. Skripsi, PSIK-FK UGM. Yogyakarta.

Maryam. S. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.

Nawawi. H. (2012). Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press.

Notoatmodjo. S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta.

Nursalam. (2013). Konsep Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Olver. J & Cassidy. L. (2005). Ophthalmology At a Glance. Victoria: Blackwell Science.

Ratnasari. (2004). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita TB Paru Di BP4 Yogyakarta, Skripsi, PSIK UGM. Yogyakarta

Reeves & Jhonatan. (2010). Pengantar Adaptasi Indonesia. Edisi 25. Jakarta: Salemba Embat.

Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Setyasih, H. (2008). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita TB Paru Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Unit Minggiran Yogyakarta, Skripsi, PSIK STIKES ‘Aisyiyah. Yogyakarta

Smet. (2000). Psikologi Kesehatan, Jakarta: Gramedia.

Somantri. I. (2007). Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan PadaPasien Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC.

WHO. (2013). Pengendalian Tuberculosis Paru. Bandung: ITB.

WHO. (2015). Global Tuberculosis Report. Switzerland

Yaffri L. V, Chatrine M. U& Ronald K. S. (2009). Uji Banding Penggunaan Pesan Singkat Telepon Genggam dan Metode Konvensional pada pengawasan Minum Obat Penderita Tuberkulosis. Jakarta: UNIKA Atma Jaya.

YI Choi, Jin & Sohyune R. S. (2012). Relationship Among Family Support, Health Status, Burnout and The Burden Of The Family Ceregiver Caring For Korean Older Adults. Jurnal Of Horpice & Palliative Care.

Downloads

Published

2019-02-02

How to Cite

Koupun, D. ., Patungo, V., & Simanjuntak, H. (2019). HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MERAUKE. Sentani Nursing Journal, 2(1), 11–18. https://doi.org/10.52646/snj.v2i1.29

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)